Sejarah Berdirinya Sahabat Perempuan

Menguatnya kesadaran kritis pada sebagian masyarakat telah memunculkan kerangka baru dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Tanpa perubahan yang signifikan maka upaya penghapusan kekerasan sulit menyentuh masalah yang substansial, karena karakteristik kasus kekerasan yang terjadi mengarah pada bentuk kekerasan multidimensional. Ketika terjadi kekerasan yang menimpa banyak orang, seperti pelecehan seksual, perkosaan dan pembunuhan, yang tidak dapat dicegah atau bahkan dibiarkan oleh negara, maka negara dianggap telah melakukan kekerasan.

 

Berkaitan dengan hal tersebut, banyak kalangan telah melakukan upaya pemenuhan hak-hak perempuan dan anak. Dalam mencapai keadilan gender, seringkali kerja yang dilakukan masih pada pemenuhan kebutuhan praktis gender belum sampai pada kebutuhan strategis gender. Persoalan kekerasan berbasis gender sangatlah komplek dan masih berlangsung di berbagai tempat.

 

Berkaitan dengan persoalan di atat, beberapa aktivis perempuan yang memiliki kepedulian dan keberpilihakan pada penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak, berepakat membentuk organsisasi bernama Sahabat Perempuan. Sahabat Perempuan didirikan pada tanggal 17 Maret 2000. Sahabat Perempuan merupakan badan otonom, yang bersifat independen dan nirlaba.

Pendiri Sahabat Perempuan adalah:

1.     Sih Handayani

2.     Sri Kadaryati

3.     Siti Aslimah

4.     Chrisna Murti

5.     NF. Halinawati